Nightmare/ Chapter 1
Thursday, May 12, 2016 | 10:29 PM |
0 candies
AUSTRALIA/ 2015/ 3.00 AM
Jam menunjukkan sudah hampir jam 3 pagi. Suasana malam yang sejuk itu menyebabkan Stephanie berselubung dalam selimut. Meskipun keadaan sebegitu amat selesa apatah lagi nyaman untuk berlayar dialam mimpi, tidak bagi Stephanie. Fikirannya melayang mengingati perbualannya dengan Leo. Lelaki berkacukan Cina Australia itu berupaya mendesak Stephanie supaya mengingati masa lampau nya itu.
" Come on Stephanie, Dont you remember anything that happens to you when you were 6 years old? Anything.... Remember who your family, or something that brings in your childhood" pujuk Leo.
Kemudian Stephanie membalas dengan gelengan kepala seraya berkata " Dont talk nonsense! My family is here. I was born here! I cant remember my childhood because my dad told me when I was 7 years old, our house burned and I accidentally lost my memories since then.
" Dont you ever wonder why your face, your slang, look like a Malay, why you can speak Malay and why the name on your identity card Stephanie Abdullah not Stephanie Steward? balas Leo.
Kenyataan Leo itu menyebabkan Stephanie terdiam dan berfikir sejenak. Ada benar juga ungkapan Leo itu. Walhal selama dia di Australia ini tidak pernah pula bapanya Steward Lim menceritakan soal hal-hal agama. Kehidupannya selama ini ibarat seorang atheist. Tidak pernah sekali pun dalam hidup dia berkatakan tentang tuhan. Malah kehidupannya benar-benar bebas.
Lamunan Stephanie terhenti apabila jam loncengnya sudah berbunyi menandakan dia harus bersiap-siap kerja. Setelah usai bersarapan, Stephanie menghidupkan enjin keretanya dan beredar tetapi bukan ke tempat kerja, ke rumah Leo. Kelihatan Leo sedang bersantai di halaman rumah memperhatikan Shea anjing peliharaannya berkeliaran di halaman rumah. Kedatangan Stephanie membuatkan Shea berlari menyembunyikan diri.
" Listen Leo, I have something to ask you. Its a favor. And I want only both of us know. Please keep it as a secret. " ujar Stephanie.
" Tell me Step, what it is. We known each other for a long time. Is what I said yesterday bothering you? Well, look at you now, your eyebag, pale face. You look really different today" sambut Leo.
Stephanie menarik nafas panjang sambil menceritakan apa yang mengganggu fikirannya semalam. Satu persatu latar belakang dirinya disingkap tetapi tidak pula dia ketemu jawapan yang memuaskan hatinya. Semua gambar-gambar waktu kecilnya dibelek tetapi dia berasa ragu, benarkah gadis kecil didalam gambar itu adalah dirinya.
" Look, Step. Im telling you this because i felt guilty for you. There is something that i hide from you all of this time, and Im afraid I lost my chance to tell you. Im older than you, I am your father business partner. And I treating you like you are my daughter. The truth is you were muslims. Thats why your name is Stephanie Abdullah. Steward Lim is not your father. "
Sebaik sahaja mendengar kenyataan itu, Stephanie bingkas bangun dan membentak. "Stop it Leo, Im sick hearing lies. " kata Stephanie lalu beredar dari situ.
Bersambung.....